asra إسراء
 
My Social Network
Daftar Blog Lainnya
Kategori
Alexa Rank

IMAN KEPADA MALAIKAT

Iman kepada Malaikat berdasarkan dalil naqli, sebab akal tidak pernah mampu menjangkau  eksistensi/keberadaan malaikat . dalail syara tentang adanya malaikat  berasal dari ayat-ayat Al Qur’an dan sunnah Rasul, diantaranya adlah firman Allah SWT :
 
 
“ Allah telah terangkan bahwasanya tidak ada illah selain Dia, Yang menegakkan keadilan dan disaksikan  oleh para malaikat dan alhi-ahli ilmu. Tidak ada Ilah selain Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” ( QS Ali Imran 18 )
 
 
 
“Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah (sungguh-sungguh) kepada Allah dan RasulNya dan kepada  kitab yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. (Ketauhilah bahwa) siapa saja kafir terhadap Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS An-Nisa 136)
 
Malaikat dan Asal Usul  Kejadiannya
               
Malaikat diciptakan Allah sebelum jin, manusia dan alam semesta. Adapun asal kejadian mereka, sesungguhnya Al Qur’an  tidak menjelaskannya. Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah hadist  yang diriwayatkan oleh Imam Muslim  bahwa malaikat itu dicipyakan Allah dari cahaya(nur), tanpa menerangkan bagaimana karakteristik cahaya(nur) tersebut. Oleh karena itu dzat malaikat yang sebenarnya tidak mungkin dapat dijangkau akal, karena ia berada diluar jangkauan panca indera dan akal manusia. tetapi wujudnya pasti, yang menurut penjelasan Al Qur’an, mereka berada di langit dan di bumi dan saling berpindah tempat diantara keduanya.
               
Tugas-Tugas Malaikat
 
                Al Qur’an dan sunnah Rasulullah telah menunjukkan berbagai tugas malaikat  yang bekerja menurut perintah dan seidzin Allah untuk mengatur apa yang ada di langit dan di bumi serta apa yang ada dan terjadi diantara keduanya. Misalnya, ada yang ditugaskan untuk mengatur peredaran Matahari, bulan dan bintang, mengatur peredaran awan dan turunnya hujan, mengatur terjadinya proses pembentukan janin didalam rahim. Ada pula yang ditugaskan untuk menjaga dan mengawasi setiap manusia, menghitung dan menulis amal usaha manusia. Selain itu, ada pula yang ditugaskan untuk mencabut nyawa, bertugas di jahannam dan jannah, dan tugas-tugas lainnya. Jadi, para malaikat adalah tentara Allah yang paling banyak dari segi kuantitas dan paling banyak dari segi tugas-tugasnya. Inilah tentara yang paling agung. sebab merekalah yang mengatur alam semesta dengan idzin Allah.
 
Pendapat Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
                Tentang tugas-tugas malaikat,  Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan :
“Allah telah mewakilkan para malaikat untuk mengatur langit dan bumi. Mereka (para malaikat itu) bekerja dengan seidzin dan atas perintah Allah SWT. Oleh karena itu, Allah SWT di dalam Al-Qur’an kadang menyebutkan bahwa pengaturan tersebut diserahkan kepada malaikat, seperti firman-Nya:
 
 
 
 “Demi para malaikat yang mengatur urusan alam “   ( QS An Nazi’at 5 )
 
 
Atau terkadang tugas-tugas pengaturan seperti itu dikaitkan (tersangkut langsung) terhadap  Allah, seperti firman-Nya:
 
 
 “Sesungguhnya Rabbmu adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian ia bersemayam di atas arasy untuk mengatur segala urusannya” (QS Yunus 3)
 
 
 “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang  kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari dan mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Dan siapakah  yang mengatur segala urusan ? Maka mereka akan menjawab :’Allah’. Maka, katakanlah: ‘Mengapa kalian tidak bertaqwa(kepada-Nya)?” ((QS Yunus 31)
                Jadi, Allahlah pengatur alam ini dengan perintah (idzin) dan kehendakNya, sedangkan malaikat mengatur alam ini hanya menjalankan atau melaksanakan perintah saja.
Perhatikan firman Allah SWT :
 
 
 “Sehingga bila datang kematian apada salah seorang diantaramu, lalu utusan-utusan Kami mewafatkannya, sedangkan para utusan (malaikat kami) itu tidak pernah lengah” ( QS Al An’am 61 )
                Atau,  terkadang Al Qur’an menyebut bahwa allahlah yang mematikan makhluk-Nya, seperti firman-Nya :
 
 
 “Allahlah yang mewafatkan jiwa ketika datang kematiannya” (QS  Az-Zumar 42)
               
 
Ibnu Qayyim lebih lanjut menjelaskan : “Sesungguhnya para malaikat yang bertugas dengan idzin Allah untuk mengatur urusan manusia sejak terjadinya proses pembuahan di dalam kandungan, sampai matinya manusia. Merekalah yang ditugaskan untuk memproses dan mengembangkannya tahap demi tahap sampai kepada bentuk manusia yang sempurna. Mereka jugalah yang menjaga ketika janin itu  masih berada dalam tiga lapisan (chorion, alantion, dan amnion) di dalam kandungan. mereka yang mencatat rezekinya, amal, ajal, sengsara, bahagia dan mengikuti manusia dalam setiap keadaan, serta mencatat perkataan dan perbuatannya. mereka melindunginya sewaktu manusia hidup dan mencabut nyawanya serta menghantarkan nyawa itu kembali kepada Allah yang menciptakan-Nya.
               
 
        Kitabullah dan sunnah menyebutkan jenis malaikat yang ditugaskan mengatur urusan-urusan makhluk-makhluk yang diciptakan.  Allah telah menugaskan sebagian malaikat-Nya untuk mengatur gunung (meletuskan  atau memunculkannya), sedang sebagian lainnya ada yang ditugaskan untuk membawa awan dan menurunkan hujan. Adapaun yang ditugaskan untuk mengatur semua proses yang terjadi di dalam rahim, dari pencampuran air mani dan sel telur dan ada pula yang ditugaskan mengatur peredaran tata surya... Jadi malaikat adalah tentara Allah yang paling agung.”
                Beliau menyebutkan ayat-ayat Al Qur’an mengenai hal ini (baca QS Al-Mursalat 1-5, An-Naziat 1-5, Ash-shaffat 1-3).
               
 
 
Tingkatan, tugas dan Wewenang diantara Malaikat
 
Mengenai tingkatan, tugas dan wewenangnya, Al-Qur’an menyebutkannya sebagai berikut:
 
Malaikat jibril adalah pimpinan umum dan sangat terkemuka diantara mereka. Dia sebagai utusan Allah kepada kepada seluruh nabi dan rasul untuk menyampaikan Al-Wahyu dan petunjuk lainnya. Malaikat ini sangat perkasa, punya kekauatan yang luar biasa. Dengan sekejap mata, ia dapat mengarungi angkaha yang mahaluas hingga “sidratul Muntaha”(berada di langit ke tujuh) sampai  kembali ke bumi ketika memimpin dan menuntun perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. ia juga punya kedudukan yang kuat di sisi Allah dan mendapat tempat mulia disana. malaikat ini  dipatuhi oleh bawahannya, pemimpin yang bijaksana dan sangat dipercaya Allah SWT, hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT :
 
“Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman Allah yang dibawa oleh utusan yang mulia (jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi disisi Allah, pemilik “arasy, yang ditaati di sana(alam malaikat) lagi dipercaya” (QS At-Takwir 19-21)
 
Malaikat yang diserahi tugas mengatur pembagian rezeki semua makhluk di seluruh alam adalah Malaikat Mikail. Tugasnya diterangkan dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Thabrani dan Baihaqi’ dengan sanad yang hasan  yang artinya:
 
“ Ketika Rasulullah bertanya kepada jibril, apa tugas malaikat Mikail? Jibril menjawab : (Ia ditugaskan untuk mengatur) tumbuh-tumbuhan dan hujan”
 
Malaikat Israfil ditugaskan meniup sangkakala (ashshur). ia senantiasa meletakkan mulutnya pada tempat peniupan sangkakala, sebagai tindakan berjaga-jaga kalau-kalau mendadak ada perintah dari Allah . beginilah contoh kepatuhan para malaikat kepada Allah. Entah berapa juta tahun keadaan seperti demikian, namun ia tetap setia kepada tugasnya. Ia sedikitpun tidak lelah, bosan, jemu atau sejenisnya. Peniupan sangkakala itu dilakukan dua kali, seperti yang diceritakan dalam ayat Al-Qur’an:
 
 
 “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa saja yang berada di langit dan di bumi kecuali yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)”  (QS Az-Zumar 68)
 
Malaikat yang bertugas mencabut nyawa (roh) makhluk hidup (bila telah tiba ajalnya), adalah Izrail. Tugas ini telah ditegaskan dalam Al-Qur’an :
 
 
 “Katakanlah: malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian hanya kepada Rabbmu kamu pasti dikembalikan” (QS As Sajadah 11)
 
Dijelaskan pula bahwa malaikat ini mempunyai bawahan yang setia, patuh dan taat kepadanya, sebagaimana dijelaskan oleh al-Qur’an:
 
 
 “Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang diantara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat kami itu tidak melalaikan kewajibannya” (QS Al-An’am 61)
 
                Keterangan-keterangan lain  perihal malaikat, didapat dari Al-Qur’an dan Sunnah, antara lain :
 
 
“ Yaitu ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya (Raqib-atid), seorang duduk di kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS Qaaf 17-18)
 
 
 “Hai orang-orang  yang beriman, peliharalah diri dan keluargamu dari api jahannam yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu (berhala); penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”( QS At-Tahrim 6).
 
Jumlah malaikat dan kekeliruan manusia terhadap Wujud Malaikat
 
Pada hakekatnya malaikat itu sangat banyak, tak ada yang mengetahui jumlahnya, Allah berfirman:
 
 
“Dan Tidak kami jadikan penjaga jahannam itu melainkan dari malaikat. Dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan menjadi cobaan bagi orang-orang Kafir, suapaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman  bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang didalam hatinya ada penyakit dan orang-orang Kafir mengatakan : “Apakah yang dikehendaki allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan? Demikianlah, Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan tidak ada yang tahu tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan jahannam  Saqar itu tiada lain melainkan peringatan bagi manusia” (QS Al-Muddatstsir 31)
               
        Dalam ayat ini disebut bahwa mereka adalah tentara Allah, yaitu bertindak sebagai pelaksana tugas dan memiliki kekuatan dahsyat. Mereka bukanlah anak-anak Allah atau gadis-gadis Allah  seperti apa yang dipercayai oleh sebagian bangsa Arab dahulu. Bahkan ada yang mengatakan bahwa mereka itu Ilah. Allah telah membantah pandangan mereka dengan tegas:
 
 
“Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah itu dianggap perempuan. Apa mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu?
Kelak pasti dituliskan (bohongnya) kesaksian mereka dan mereka pasti dimintai pertanggungjawaban” (QS Az-Zukhruf 19)
               
            Seluruh  malaikat, mempunyai sikap dan sifat mulia. Diantara sifat-sifat itu adalah mereka senantiasa patuh, takut dan taat kepada Allah, menghindarkan diri dari tergelincir ke jurang kemaksiatan serta selalu bertasbih siang malam terus menerus.
              
            Iman kepada malaikat, meskipun berdasarkan kepada dalil naqli, namun pada hakekatnya, keberadaannya wajib diyakini karena penukilannya bersumber dari  sesuatu yang secara akal sudah dipastikan kebenarannya, yakni Al-Qur’an.
              
          Dengan keimanan yang utuh terhadap malaikat, seorang muslim akan berhati-hati dalam berbuat, karena ia yakin sang malaikat akan senantiasa mencatat amal baik dan buruknya. Selain itupun akan lebih berani dan optimis dalam mengarungi kehidupan, khususnya dalam mengenban dakwah, karena ia yakin selalu “dikawal”oleh tentara Allah yang perkasa, yakni para malaikat.
 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 25 Maret 11 - 11:57 WIB
Dalam Kategori : PENGETAHUAN, AGAMA
Dibaca sebanyak : 10775 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback