asra إسراء
 
My Social Network
Daftar Blog Lainnya
Kategori
Alexa Rank

Jenazah

Mengurus Jenazah
 
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan, sesungguhnya pada hari kiamat sajalah pahala kalian disempurnakan. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukan kedalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya (Ali Imran,3/185).
 
Kematian merupakan kesudahan semua makhluk hidup, kematian merupakan hakikat yang tidak dapat dihindarkan. Setiap jiwa yang ditetapkan kehidupan baginya, juga ditetapkan kematian baginya, seberapun panjang umur seseorang jika kematian sudah tiba tiada tempat berlari dari Allah kecuali kembali kepada-Nya.  
 
Menjelang Ajal
 
Yang harus dilakukan seseorang ketika dia merasa ajal sudah mendekat yaitu:
 
            1.       Ridha kepada Allah
Tidaklah seorang diantara kalian meninggal melainkan dia berbaik sangka terhadap Allah (Muslim).
 
            2.       Tidak boleh mengharapkan mati.
 
Janganlah seorang diantara kalian mengharapkan mati karena musibah yang menimpanya. Kalaupun dia harus berharap, hendaklah dia berkata ya Allah hidupkanlah aku selagi hidup dan matikanlah aku selagi mati itu lebih baik bagiku (Bukhari, Muslim)
 
            3.       Tidak putus asa dari rahmat Allah.
 
            4.       Hendaklah berwasiat tentang apa yang menjadi tanggungan dirinya.
 
            5.       Ingatkanlah orang yang hampir mati dari antara kamu itu kalimat Laa ilaaha illallah  (Muslim)
 
Yang harus dilakukan ketika kematian sudah tiba bagi keluarga /orang yang masih hidup
 
             1.       Mengucapkan Istirja: Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un
 
2.       Tidak mengucapkan kecuali yang baik-baik, karena para malaikat mengamini apa  yang mereka ucapkan.
 
              3.       Memejamkan matanya.
 
4.       Mengikat dagu mayat dengan kain, melingkarkan kain dibawah dagu dan dililitkan ke kepala.
 
             5.       Di atasnya diletakan sesuatu agar tidak mengelembung (dikasih pemberat).
 
             6.       Melemaskan sendi-sendi mayat agar tidak kaku sehingga sulit untuk mengurusnya.
 
             7.       Menutup si mayat dengan kain panjang dari ujung kaki sampai ujung kepala.
 
8.       Segera menyiapkan segala peralatanya dan segala sesuatu yang berhubungan dengan wasiat atau hutang piutang si mayit.
 
Memandikan Mayat
 
Beberapa syarat yang harus diperhatikan orang yang memandikan mayat yaitu :
1.       Orang yang yang ditunjuk berdasarkan wasiat si-mayit.
2.       Keluarga yang meninggal.
3.       Harus Muslim dan dapat dipercaya, menjaga amanah dan mengerti hukum-nya.
4.       Harus dilakukan karena mengharapkan ridha Allah.
5.       Harus menutupi dan tidak boleh menampakan aib mayat.
6.       Tidak menyentuh aurat mayat(mengunakan sarung tangan atau yg lain).
7.       Menutup luka dan membersihkan mayat dari darah atau kotoran.
 
Perlengkapan yang dibutuhkan untuk memandikan mayat sbb:
 
1.       Air bersih.
2.       Daun Bidara : 1 kg atau dapat diganti dengan sabun.
3.       Kapur barus yang dihaluskan digunakan saat memandikan mayat.
4.       Minyak kesturi secukupnya.
5.       Kapas putih yang digunakan menutup qubul dan dubur atau luka jika ada.
6.       Dua sarung tangan untuk memandikan mayat.
7.       Handuk, digunakan setelah mayat dimandikan.
8.       Tempat pembaringan mayat saat dimandikan (dipan, dll)
9.       Kain tabir untuk menutupi aurat mayat ketika dimandikan.
 
Proses pemandian mayat untuk laki-laki.
 
1. Mayat diletakan diatas dipan pemandian dengan bagian kepalanya lebih tinggi dari pada kaki.
 
2. Mayat diletakan disuatu tempat yang tertutup, diatas auratnya hingga ke lutut dihampari kain penutup.
 
              3. Orang yang memandikan berniat dan memulai dengan menyebut asma Allah.
 
4. Kepala mayat diletakan dipakuan yang memandikan. Membersihkan perut si mayat dengan cara mengurut tanganya dibagian perut dan menekannya perlahan-lahan disertai dengan menguyuri air. Jika mayat wanita Hamil maka tidak boleh ditekan.
 
5.Gigi dan lubang hidungnya dapat dibersihkan dengan kain atau perban, dan mayat diwudhui seperti wudhu untuk sholat.
 
6.Mayat dimandikan tiga kali. 1x dengan air saja, 1x dengan air yang dicampur bidara/sabun, 1x air     yang bercampur kapur barus/kesturi.
 
7. Tatacaranya: gunakan gelas/gayung untuk mengambil air lalu bersihkan kepala mayat 3x. dimulai dengan bagian kanan mayat yaitu dengan cara membalik-kan/memiringkan kebagian kiri.
Pembasuhan dilakukan dari leher bagian kanan, bahu dan tangan kanan, lambung kanan paha kanan, betis kanan dan telapak kaki kanan. Kemudia membersihkan punggungn kanan, setelah itu dibalik/dimiringkan kebagian kanan lalu dilakukan dengan cara yang sama.
             Hal ini dinamakan dengan satu kali pemandian.
 
Pemandian kedua, dengan mengunakan air dengan daun bidara/sabun untuk membersihkan jenggot dan rambut si mayat lalu memandikan sama dengan cara pertama.
Pemandian ketiga, dengan air dan kapur barus/kesturi kemudian diguyurkan ke mayat dengan cara yang sama.  
 
Pemandian dapat dilakukan sampai tujuh kali jika masih keluar sesuatu dari jasad mayat, jika masih ada terus yang keluar maka dapat disumbat dengan kapas yang telah dibasahi dengan kesturi.
 
8.       Setelah dimandikan, jasad dikeringkan dengan handuk dan kuku-nya dipotong serta bulu ketiak           dicabut.
 
9.       si-mayat atau kain kafan-nya dapat diberi harum-haruman dengan dupa atau kesturi sebagaimana hadits Ahmad ra: Jika kalian mengasapi mayat dengan dupa, maka asapilah 3x.
 
              10.     Pemadian mayat dapat dilakukan dengan TAYAMUM dengan kondisi sbb:
 
                           1.       Tidak ada air
 
                           2.       Dikhawatirkan merusak jasad mayat.
 
3.       Seorang mayat wanita ditengah kaum lelaki dan suaminya tidak ada atau sebaliknya.
 
Caranya:
 
1. Orang yang mentayamumi mayat mengenakan penutup tangan seperti handuk lalu memukul-nya ke tanah dan membasuhkannya ke-tangan dan wajah. Dan ini dapat dilakukan 3x.
 
2.       Jika sebagian anggota mayat tidak dapat dibersihkan dengan air, maka yang dibasuhi hanya bagian yang memang dapat dibasuhi saja.
 
Proses pemandian mayat untuk perempuan.
 
1.       Rambutnya dijalin menjadi tiga jalinan yaitu: bagian kanan, kiri dan jambul dan semuanya dihimpunkan kebelakang kepalanya.
 
2.       Cara pemandianya sama dengan laki-laki dan banyak pemandian bisa 3x, 5 x atau lebih dari itu jika diperlukan. Dan jumlah nya harus ganjil dan yang terakhir dengan air dan kapur barus atau kesturi.
 
3.       Pada bagian sendinya dapat diletakan Al-hanuth (campuran kapur barus yg ditumbuk dengan minyak kesturi) yang dengan al-hanuthitu pula mayat dimandikan pada ketiga kalinya. Bagian itu adalah bawah lutut, ketiak, pangkal paha/selangkang dan bagian untuk sujud: telapak tangan, kening, hidung, lutut, dan ujung kaki.
 
Mengkafani mayat
 
Kain kafan untuk laki-laki paling sedikit 1 lembar dan paling banyak 3 lembar sedangkan untuk perempuan paling sedikit 3 lembar dan paling banyak 5 lembar. Warnanya disunatkan bewarna putih dan juga tidak berlebih-lebihan.
 
 
1.       Mengkafani mayat laki-laki
 
a.       Kain kafan dipotong 3 bagian dengan ukuran yang sama dan dilebihkan kira-kira 40cm dari panjang si mayat, lalu dibentangkan.
 
b.       Sebelum itu buatlah  3 tali dari potongan kain kafan tersebut untuk ikatan, tali-tali bagian lambung dan ketiga bagian kaki.
 
c.       Mayat diletakan diatas 3 lembar kain kafan, setelah selembar kain ditutupkan dari pusar ke lutut.
 
d.       Mayat dimiringkan kesisi kiri lalu lembaran kain pertama diambil dan dimasukan kesisi kiri.
 
e.       Mayat dimiringkan kesisi kanan dan sisi lain(kiri) di ambil dan diletakan dibawah sisi kanan dengan begitu mayat sudah dikafani dengan lembar kain pertama yang disebut dengan Al-idraj (pembungkusan).
 
f.       Kemudian dua langkah sebelumnya diulangi lagi secara berurutan, hingga pengkafanan           dengan dua lembar kain berikutnya selesai.
 
g.       Lebihan kain dibagian atas dilipat kearah kepala dari bagian depan, begitu pula bagian kaki dilipat kedepan.
 
h.       Tiga tali di ikatkan dibagian kepala, lambung dan kaki. Sebaiknya  ikatan tali dibagian kiri agar mudah melepaskan ketika memasukan ke dalam kubur.
 
 
 
2.       Mengkafani mayat perempuan
 
a.    Kain kafan untuk perempuan ada 5 lembar, mayat perempuan diperbolehkan dikafani seperti mayat laki-laki.
 
b.   Potong 2 lembar kain dengan ukuran yang sama dan Lebihkan kira-kira 40cm pada bagain kepala dan kaki dari panjang si mayat ini disebut Al-Lifafain. Dua lembar kain kafan dengan ukuran yang sama tersebut  dibentangkan, setelah dibawahnya diberi lima atau tujuh tali untuk pengikat.
 
c.   buat sepotong kain untuk menutupi mayat dari pusar hingga lutut yang disebut Al-Izar dan diletakan diatas dua lembar kain kafan sebelumnya.
 
            d.          (1) Ambil satu lembar kain kafan sepanjang mayat.
 
                         (2) dilipat dua sehingga menjadi dua tumpukan  yang sama.
 
                         (3) dilipat dua lagi hingga menjadi empat tumpukan yang sama.
 
          (4) dibagian pojok yang menjadi pusat lipatan digunting kira-kira dengan jari-jari           sepanjang 5 cm(diameter:10 cm) dalam bentuk melingkar.
 
                          (5) Lipatan dibuka hingga kain membentuk semacam baju yang disebut
      Ad-dar’u.
 
  (6) lalu kain ini dibentangkan diatas Al-Izar dan dua lembar kain kafan
      tadi, persis dibagian kepala mayat. Kemudian mayat dibaringkan     
     diatas kain kafan, kepalanya tepat dibagian lobang Ad-dar’u, ujung Ad-
     dar’u yang atas ditelungkupkan kedada hingga kepala mayat
     menyembul tepat dilobang Ad-dar’u.
 
e.       buatlah  Al-Khimar yaitu kain seukuran kerudung untuk menutupi kepala mayat hingga kebagian dada, yang ujung bagian diatas di ikat dari bagian belakang.
 
f.       Mayat dimiringkan kesisi kiri dan kain Al-Izar disisi kanan dilipatkan kejasad mayat dan dimasukan dibawah lambung kiri mayat. Kemudian dimiringkan kesisi kanan dan lakukan hal yang sama.
 
g.       Mayat dimiringkan kesisi kiri dan kain kafan yang pertama ditelungkupkan kejasad mayat dan dimasukan kebawah sisi kiri. Lalu mayat dimiringkan kekanan dan lakukan hal yang sama, ini berarti sudah melakukan mngkafanan dengan lembar pertama, lakukan dengan hal yang sama untuk lembar kedua.
 
                           h.       Lebihan kain kafan dibagian kepala dan kaki dilipat dibagian depan.
 
            i.        Semua tali ikatan dibagian kiri lambung agar mudah melepaskanya ketik  diliang lahat.    
 
 
 
3.       Mengkafani orang yang Syahid dalam peperangan.
Dikafani dengan selembar atau dua lembar kain, atau dapat langsung dikuburkan dengan pakain yang dipakai-nya.
 
              4.       Mengkafani orang yang sedang Ihram. Dikuburkan dengan pakaian yang dikenakan.  Hal-hal yang dilarang sbb:
 a.       minyak wangi
 
b.       menutup kepala bagi mayat laki-laki (bagi perempuan tetap ditutup kepala-nya).
 
5.       Mengkafani anak-anak yang belum Baligh Dikafani dengan satu, dua atau tiga lembar kain.
 
6.       Mengkafani Anak yg baru disapi, yang disusui dan bayi keguguran. Dikafani dengan satu lembar kain.
 
7.       Mengkafani budak perempuan yang belum haid Dikafani dengan satu dibagian atas dan dua lembar kain (dengan tiga lembar kain).
 
Men-shalati Mayat.
 
Tempat berdirinya iman harus sendirian dan imam berdiri disisi kepala mayat laki-laki serta disisi lambung mayat perempuan.
Tatacara menshalati mayat sbb:
 
1.       Takbir dengan mengangkat tangan, dan membaca Al-fatihah.
 
2.       Takbir, dan membaca shalawat atas nabi shallallahu Alaihi wa Sallam.
 
3.       Takbir, dan mendoakan si-mayat.
 
. . . “ Allahumma firlllahu warhamhu wa afihi wa’ fu anhu … “
 
4.       Takbir dan salam
 
Mayat yang tidak pernah sholat dan puasa serta mayat orang munafiq tidak perlu dimandikan, dikafani, dishalati dan dikuburkan diarea kubur kaum muslimin.
 
Mengusung mayat dan mengiringinya
 
Membawa mayat boleh dipikul atau dengan cara lainnya, asal saja dengan cara yang dipandang hormat. Sunatkan membawa jenasah itu dengan mempercepat langkah tetapi jangan sampai mayat dalam usungan tergoyang-goyang keras, dan orang yang mengatar jenasah boleh berjalan dibelakang, didepan dikanan atau dikiri-nya, kecuali orang yang berkendaraan harus dibelakang-nya.
Tidak boleh bersuara nyaring dibelakang jenasah baik berupa doa atau yang lainnya, yang benar adalah hendaklah diam dan masing-masing ber dzikir serta mengambil pelajarannya. Orang yang berjumpa dengan jenasah disunatkan untuk berdiri walaupun jenasah tersebut bukan muslimin.
 
Mengubur Jenasah
 
Adatiga waktu yang tidak boleh menguburkan mayat yaitu :
 
1.       Ketika matahari terbit hingga ¼ jam setelah matahari terbit.
 
2.       Ketika matahari tepat berada ditengah ufuk hingga tergekincir kira-kira 7 menit.
 
3.       Sekitar ¼ jam sebelum matahari terbenam hingga matahaari terbenam.
 
( di takhrij Muslim, Abu daud dan An Nasa’y)
 
Gambaran kuburan dan liang lahat sbb:
  1.  Kuburan digali dengan panjang dilebihkan kira-kira sehasta dari panjang si- mayat,lebarnya menghadap kiblat dengan lebar satu meter dan dalamnya satu setengah meter.
             2. Mengali liang lahat kira-kira selebar satu hasta kearah kiblat dengan kedalaman ½ meter,                   disanalah mayat akan dibaringkan. Dan atasnya ditutup dengan papan atau batu.
 
3. Jenasah diturunkan dari arah yang ditempati kedua kaki si mayat, lalu dibaringkan   dengan  miring, kepalanya lebih dahulu bertumpu pada lambung kanan-nya dan menhadap ke kiblat serta membaca “ Bismillahi wa ‘ala sunati rasullilah “.
 
4.       Semua tali kafan dilepas lalu letakan kayu penutup liang lahat dengan posisi miring menghadap kiblat agar si-mayat tidak tertimbun secara langsung.
 
5.       Dianjurkan untuk membuat gundukan diatas permukaan kuburan sekitar satu jengkal lalu letakan tanda dibagian kepala dan kaki si mayat.
 
Ta’ziyah
 
Maksud ta’ziyah ialah menguatkan kesabaran orang yang ditimpa musibah dan mencari pahala dari Allah, mendoakan mayat dan menganjurkan manusia untuk mengambil pelajaran. 
 
Yang diperbolehkan dalam islam sbb:
             1.       Para tetangga membuat makanan untuk keluarga si-mayat.
 
2.       Ta’ziyah dapat dilakukan ditempat manapun ketika orang muslim bertemu keluarga yang ditimpa musibah. Baik dimasjid, ketika menshalati jenasah, dikuburan, ditoko, dirumah, lewat telepon        dan lain-lain.
 
Yang dilarang dalam islam sbb:
1.       berkumpul ketika ta’ziyah ditempat tertentu untuk menyelenggarakan-nya dan menentukan        waktu tertentu pula.
 
             2.       Keluarga si-mayat menyediakan makanan untuk menjamu orang yang berta’ziyah.      
 
Bid’ah dan Larangan dalam mengurus jenasah
 
1.       Membawa jenasah dengan berdzikir.
2.       keranda jenasah dipakaikan bunga dan dipayungi.
3.       Azan dan qomat  di kuburan-nya.
4.       Menyuruh anak-anak si-mati pulang balik dibawah keranda.
5.       Menangis dan meraung dengan menyebut kebaikan si-mati  .
6.       Menabur bunga diatas kuburan.
7.       Menginjak, melangkah dan duduk diatas kuburan
8.       Meninggikan kubur dengan batu, kayu ,dll.
9.       Memasang lampu atau botol berisi air atau menancapkan dahan dikubur, dll
10.     Mengajikan/tahlilkan dikuburan atau di rumah, apalagi membuat selamatan, dll.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 28 Maret 11 - 02:00 WIB
Dalam Kategori : PENGETAHUAN, AGAMA
Dibaca sebanyak : 3466 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback