asra إسراء
 
My Social Network
Daftar Blog Lainnya
Kategori
Alexa Rank

Pesan Rasulullah S.A.W Kepada Putrinya

Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra, sesungguhnya dia berkata: Pada
suatu hari Rasulullah saw datang kepada puterinya, Fathimatuz Zahra'. Beliau
dapati Fathimah sedang menumbuk gandum di atas lumpang (batu/kayu
penggiling), sambil menangis. Kemudian Rasul berkata
kepadanya: "Apakah yang membuatmu menangis wahai Fathimah? Allah tiada membuat matamu
menangis." Fathimah kemudian menjawab: "Wahai ayahanda, aku menangis
karena batu penggiling ini dan kesibukanku dalam rumah".
 
Kemudian Nabi duduk di sampingnya. Dan Fathimah berkata lagi: "Wahai
ayahanda, atas keutamaan engkau, mintalah kepada Ali agar dia
membelikan bujang untukku supaya dapat membantuku menumbuk gandum dan
menyelesaikan urusan rumah. "Setelah Nabi mendengar ucapan itu, maka Beliau bangkit
dan menghampiri batu penggiling itu. Beliau ambil gandum itu dengan tangan
Beliau yang mulia, kemudian beliau letakkan ke dalam batu penggiling,
seraya mengucapkan 'Bismillaahir Rahmaanir Rahiim'. Maka atas izin
Allah, batu penggiling itu berputar dengan sendirinya. Beliau turunkan
gandum itu dari batu penggiling dengan tangan beliau sendiri. Batu penggiling itu
terus berputar dengan sendirinya dan membaca tasbih dengan bahasa yang
berbeda-beda sehingga selesai gandum tertumbuk semuanya.
 
Kemudian Rasulullah berkata kepada lumpang itu: "Berhentilah engkau
dengan izin Allah", lalu lumpang itu berhenti dan berkata atas izin Allah,
Zat yang mengucapkan  segala sesuatu, seraya berkata dengan lisan yang
fasih dan berbahasa Arab: "Ya Rasulullah, demi Zat yang mengutusmu dengan
kebenaran sebagai nabi dan rasul, kalau saja engkau perintahkan aku
untuk menggiling gandum jagat Timur dan Barat, tentu aku akan
menggilingnya. Dan sesungguhnya aku mendengar firman dalam Kitab Allah: "Wahai
orang-orangyang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu daripada neraka, yang
bahan bakarnya manusia dan batu-batu, sedang penjaganya malaikat-malaikat
yang kasar lagi keras, mereka tiada mendurhakai Allah tentang apa-apa yang
disuruh-Nya dan mereka memperbuat apa-apa yang diperintahkan kepadamu."
(QS. At Tahrim: 6).
 
"Maka aku khawatir wahai Rasulullah, kalau-kalau aku menjadi batu yang
dimasukkan kedalam neraka". Kemudian Nabi berkata kepada batu itu:
"Bergembiralah engkau. Sesungguhnya engkau termasuk batu gedung
Fathimah di surga". Maka ketika itu lumpang menjadi lega gembira dan diam.
 
Kemudian Nabi berkata kepada puterinya, Fathimah: "Kalau Allah
menghendaki wahai Fathimah, tentu lumpang itu akan menggilingkan gandum untukmu.
Akan tetapi Allah menghendaki agar ditulis beberapa kebaikan untukmu,
menghapuskan keburukan-keburukan serta hendak mengangkat derajatmu.
 
Wahai Fathimah, bilamana seorang perempuan menumbukkan (gandum) untuk
suami dan anak-anaknya, pasti Allah akan menuliskan untuknya setiap satu
biji, satu kebaikan serta menghapuskan darinya setiap satu biji satu
keburukan. Dan bahkan Allah akan mengangkat derajatnya.
 
Wahai Fathimah, bilamana seorang perempuan berkeringat manakala
menumbuk (gandum) untuk suamiya. Tentu Allah akan menjadikan antara dia dan
neraka tujuh khonadiq (lubang yang panjang).
 
Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan mau meminyaki kemudian
menyisir rambut anak-anaknya serta memandikan mereka, maka Allah akan
menuliskan pahala untuknya dari memberi makan seribu orang lapar dan memberi
pakaian seribu orang yang telanjang.
 
Wahai Fathimah, bilamana seorang perempuan menghalangi (tidak mau
membantu) hajat tetangganya, maka Allah akan menghalanginya minum dari telaga
"Kautsar" kelak di hari  Kiamat.
 
Wahai Fathimah, lebih utama dari itu adalah kerelaan suami terhadap
istrinya. Kalau saja suamimu tidak rela terhadap engkau, maka aku
tidak mau berdo'a untukmu. Apakah engkau belum mengerti wahai Fathimah,
sesungguhnya kerelaan suami adalah perlambang kerelaan Allah sedang kemarahannya
pertanda kemurkaan-Nya.
 
Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan mengandung janin dalam
perutnya, maka sesungguhnya malaikat-malaikat telah memohonkan ampun untuknya,
dan Allah menuliskan untuknya setiap hari seribu kebaikan serta
menghapuskan darinya seribu keburukan. Manakala dia menyambutnya dengan senyum,
maka Allah akan menuliskan untuknya pahala para pejuang. Dan ketika dia
telah melahirkan kandungannya, maka berarti dia ke luar dari dosanya
bagaikan di hari dia lahir dari perut ibunya.
 
Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan berbakti kepada suaminya
dengan niat yang tulus murni, maka dia telah keluar dari dosa-dosanya
bagaikan di hari ketika dia lahir dari perut ibunya, tidak akan keluar dari dunia
dengan membawa dosa, serta dia dapati kuburnya sebagai taman diantara
taman-taman surga. Bahkan dia hendak diberi pahala seribu orang haji
dan seribu orang umrah dan seribu malaikat memohonkan ampun untuknya
sampai hari kiamat. Dan bila seorang perempuan berbakti kepada suaminya
sehari semalam dengan hati lega dan penuh ikhlas serta niat lurus, pasti
Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan kepadanya pakaian hijau
(dari surga) kelak di hari Kiamat, serta menuliskan untuknya setiap helai
bulu rambut pada badannya seribu kebaikan, dan Allah akan memberinya
(pahala) seratus haji dan umrah.
 
Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan bermuka manis di depan
suaminya, tentu Allah akan memandanginya dengan pandangan rahmat.
 
Wahai Fathimah, bilamana seorang perempuan menyelimuti suaminya
dengan hati yang lega, maka ada pemanggil dari langit memanggilnya "Mohonlah agar
diterima amalmu. Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang
lalu maupun yang belum lewat".
 
Wahai Fathimah, setiap perempuan yang mau meminyaki rambut dan jenggot
suaminya, mencukur kumis dan memotongi kukunya, maka Allah akan
meminuminya dari 'rahiqil makhtum dan sungai surga, memudahkannya ketika mengalami
sakaratil maut, juga dia hendak mendapati kuburnya bagaikan taman dari
pertamanan surga, serta Allah menulisnya bebas dari neraka serta lulus
melewati shirat".
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 22 Maret 11 - 06:31 WIB
Dalam Kategori : PENGETAHUAN, AGAMA
Dibaca sebanyak : 582 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback